Minggu, 26 April 2009

Hubungan antara Fenomena ” Kongkow “ Anak Muda Tuban dengan Kegiatan Belajarnya.


Kota Tuban identik dengan warung kopinya. Bahkan warung kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Tuban, khususnya para anak mudanya.Disini atau diwarung kopi tersebut banyak pelajar menghabiskan banyak waktu untuk bersosialisasi dengan banyak orang baru ataupun sekedar untuk melihat pemandangan sekitar warung kopi yang umumnya terletak dipinggir jalan.

Dapat dipastikan jam-jam pulang sekolah ataupun sore hari merupakan waktu yang sempurna untuk melakukan aktivitas “ kongkow : tersebut. Hal ini dapat menjadikan berkurangnya intensitas pelajar untuk melaksanakan kegiatan bermutu yang lainnya. Karena sekali waktu yang di butuhkan untuk nongkrong ditempat tersebut lebih dari satu atau dua jam . . . . . benar-benar menghabiskan waktu.
Kita analogkan, jika setiap hari para pelajar melakukan aktifitas tersebut. Dapat dipastikan mereka dapat menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna.

Walaupun menurut beberapa remaja yang saya temui ketika nongkrong mengatakan bahwa kegiatan “ ngopi ”atau “ kongkow “ tersebut memiliki keuntungan tersendiri seperti dapat menambah teman, atau sekedar untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Pada sore hari dimana saat banyak digunakan untuk kegiatan ekstrakulikuler dan les tambahan belajar. Oleh karena itu jika ada remaja yang menggunakan waktunya di sore hari untuk meninggalkan kegiatan tersebut dan memilih menghabiskan waktunya dengan nongkrong diwarung kopi sungguh sangat disayangkan.

Padahal proses belajar memerlukan waktu dan dedikasi yang besar untuk menimbulkan kesinambungan dalam kegiatan tersebut, karene sebagaimana yang kita ketahui belajar merupakan saat yang paling membosankan versi remaja, dan remaja cenderung untuk menunda-nunda kegiatan tersebut dengan berbagai alasan.
Proses accepted sepenuhnya akan sulit terjadi jika dalam proses belajar tersebut remaja memiliki kegiatan sampingan lain yang mereka anggap lebih menarik. Tidak dipungkiri saya sebagai remaja juga termasuk orang yang pernah berada dalam situsi ini. Tetapi dengan pengertian dari kedua orang tua dan keinginan yang kuat untuk belajar akhirnya saya dapat memperoleh kembali kenormalan saya dalam kegiatan proses belajar.

Jadi saya menarik sebuah hipotesa, yaitu kesimpulan sederhana bahwa kegiatan “ kongkow “ anak-anak Tuban di warung-warung kopi secara langsung ataupun tidak, juga berpengaruh pada proses belajar yang mereka jalani. Namun belum terlambat untuk menyadari sebuah kekeliruan. . . . bagi remaja yang sudah terlanjur menjalani aktifitas “ kongkow “ tersebut sebagai satu kewajiban dapat segera merubah paradigm bahwa kegiatan utama seorang pelajar adalah belajar.

0 komentar:

This Blog Supported By: Photobucket
welcome to the tuban-jatim.blogspot.com.....this blog contain many information about tuban...enjoy your visiting....(for more great result please use mozzila firefox browser)
Template by : koko (koko-fuxer.blogspot.com)